ledymusicfashion

Standing Applause for “My Name is Khan”

In movie on March 25, 2010 at 6:40 am

Nangis bombay bagi siapapun yang nonton film ini. Film besutan Karan Johar ini mampu memukau semua penonton 21 di Thamrin Plaza, Medan malam 24 Maret. Sepertinya pihak bioskop pun dengan sengaja langsung menerangkan lampu sesaat film itu berakhir, mungkin supaya kelihatan siapa-siapa aja yang lupa menghapus air mata mereka.

Film India yang dikemas dengan gaya Hollywood ini mampu menghadirkan klimaks yang maksimal hingga ke ujung film. Penonton dibuat terharu mulai dari awal film sampai akhir. Akting Shah Rukh Khan sebagai Rizvan Khan dan Kajol sebagai Mandira mampu memberikan atmosfer haru, mungkin kalo bukan mereka pemerannya, film ini akan kurang nggreget.

Film diawali saat Rizvan Khan, seorang muslim India yang mengidap penyakit autis sindrom Asperger. Ia benci warna kuning, mahir dalam bidang teknik dan dapat membetulkan segala macam peralatan (repair almost everything), tidak mau menatap mata orang secara langsung, dan mampu mengingat secara brilian. Masa kecilnya dihabiskan di Borivali, Mumbai namun sepeninggal ibunya, ia akhirnya pindah ke San Fransisko, Amerika untuk menyusul adiknya yang tinggal dan bekerja di perusahan kosmetik di sana.

45 menit di awal film, kita akan disuguhkan perihal lucu dari tingkah laku dari Rizvan yang autis saat ia jatuh cinta pada Mandira yang bekerja sebagai penata rambut di sebuah salon. Rizvan yang jujur dan selalu berusaha keras membuat hati Mandira trenyuh dan memutuskan menikah dengan Rizvan.

Kemudian, 45 menit berikutnya, konflik pun dimulai dengan peristiwa 9/11. Semua orang yang beragama Muslim di Amerika dijadikan kambing hitam atas peristiwa terorisme itu. Yang paling menyakitkan adalah saat menyaksikan adegan anak Mandira, Sam, meninggal akibat dianiaya teman sekolahnya akibat ia bermarga Khan.

Mandira yang beragama Hindu pun marah dan menyesal telah menikahi Rizvan yang beragama muslim. Ia akhirnya mengusir Rizvan dari kehidupannya dan menantang Rizvan untuk bertemu Presiden Amerika dan mengatakan ia bukanlah seorang teroris. Rizvan yang memang dasarnya memiliki keinginan keras dan komitmen tinggi akhirnya berusaha menepati janjinya untuk menemui Presiden.

Inti film berdurasi 2 jam 45 menit memang komitmen Rizvan untuk bertemu Presiden, tapi ternyata perjalanannya tidak mudah. Ia harus masuk penjara karena dikira teroris, ia juga bertemu dengan orang-orang baru seperti Mama Jenny dan Funny Hair Joel saat ia tersesat di Georgia, bahkan ia berhasil membongkar sindikat terorisme yang ia temukan saat ingin beribadah.

Pada akhirnya, Khan bertemu Presiden Amerika Serikat. Presiden Barack Obama bahkan yang lebih dulu mengatakan padanya “Your name is Khan, and you’re not a terrorist”. What a stunning ending.

Meski Rizvan seorang autis, ternyata ia mampu menepati janjinya. Mungkin kita, yang nota bene tidak mengidap autis, sering kali membuat orang kecewa karena janji yang kita langgar.

Film yang memiliki nilai kemanusiaan sangat tinggi ini aku ajungin 100 jempol, dan aku akan berikan standing applause setiap kali aku menontonnya. Film ini bukan bercerita tentang agama mana yang lebih baik dan lebih buruk. Bukan bercerita tentang Islam, Kristen, dan Hindu, melainkan berusaha memperlihatkan nilai tentang cinta dan kemanusiaan yang sesungguhnya.

Peristiwa 9/11 pasti sengaja Tuhan ciptakan agar umat manusia belajar bahwa bukan agama yang menyelamatkan kita, tapi bagaimana kita percaya sama Tuhan dalam kehidupan kita dan menerapkan ajaran cinta kasih-Nya. Bukan berperang demi agama yang akhirnya menewaskan lebih banyak manusia dan menyebar benih kebencian di hati manusia.

Film ini memberi pencerahan bahwa cinta juga bukan karena warna kulit dan ras. Buktinya Khan bisa pergi ke tempat Mama Jenny dan Funny Hair Joel yang ber-ras negro dan membantu mereka dalam musibah.

Aku sangat merekomendasikan film ini. Bagi siapapun yang benci film India, ubah cara berpikir kalian sekarang juga, yang menganggap film India itu kebanyakan nari dan nyayi. Film ini bukan masalah India, Amerika atau Indonesia. Film ini tentang kehidupan manusia biasa dan memiliki nilai kehidupan tanpa batas.

Ada beberapa tagline yang menarik dari film ini, seperti “My name is khan and I’m not a terrorist” dan “Hanya ada dua jenis manusia di dunia ini, yang baik dan yang buruk”.

Take the second line cos’ it’s the truth. Selamat menonton teman-teman. Jangan lupa, siapkan tissue atau sapu tangan. U’ll need it !!

Ledy Simanjuntak

  1. aku udah nonton film ini (midnight show, jam 10 malam s/d jam 00.30 pagi) di Thamrin Plaza bareng papa, mama, kedua adek perempuanku dan kedua tanteku…

    sama kayak Ledy: standing applause for “My Name is Khan”…

    nice post bu… ^__^

  2. berarti abis kami keluar nonton tadi malam, Ike masuk mo nonton.. wah, kok ga ketemu ya, kan biar bisa nangis bareng.. Film yang keren, Ke.. semoga makin banyak film-film yang berbau kemanusiaan seperti ini tanpa harus ada adegan peperangan dan pertumpahan darah..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: